-->

CARA TEPAT PANTAU RISIKO ASAM URAT


Anda pasti kenal penyakit yang satu ini, artritis gout atau radang sendi karena penumpukan asam urat. Pada zaman dulu, penyakit ini dikenal sebagai penyakit raja-raja. Mengapa? Diyakini penyebab penyakit ini adalah makanan enak yang disantap para raja dan keluarganya dan memang para bangsawanlah yang sering menderita artritis gout. Sekarang penyakit ini dikenal juga sebagai ‘raja’nya penyakit karena kalau sedang meradang, nyerinya nggak ketulungan.

Sebenarnya kita bisa mencegah terkena penyakit ini dengan memantau beberapa faktor risiko berikut:
1.      Jenis kelamin pria. Faktor ini tentu tidak bisa diubah, bahkan mungkin dengan ganti kelamin sekalipun. Tapi peringatan ini membuat pria harus lebih mewaspadai penyakit ini.
2.      Ada riwayat gout dalam keluarga. Anak yang orang tua atau saudaranya menderita artritis gout juga harus mewaspadai penyakit ini.
3.      ‘Membawa’ sindrom tertentu pada saat kelahiran, misalnya Kelley-Seegmiller syndrome atau Lesch-Nyhan syndrome. Kedua sindrom ini jarang terjadi dan membawa ‘sifat’ tingginya asam urat dalam darah penderitanya.
4.      Penggunaan teratur lebih dari 1 atau 2 tablet sejenis obat anti nyeri termasuk nyeri sendi dan pengencer darah, terutama pada pasien dengan risiko penyumbatan pembuluh darah untuk pencegahan stroke dan serangan jantung. Obat ini dapat mengganggu pengeluaran asam urat lewat ginjal ke dalam urin.
5.      Mengkonsumsi obat-obat diuretik juga bisa meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Diuretik menyebabkan banyaknya pengeluaran urin sehingga cairan tubuh menurun dan kepekatan asam urat dalam darahpun meningkat.
6.      Pasien-pasien kanker sering diterapi dengan obat-obat kemoterapi. Obat jenis ini ‘bertugas’ menghancurkan sel-sel kanker secara cepat dan ‘kerja cepat’ ini menyebabkan peningkatan kadar asam urat sebagai zat sisa penghancuran sel.
7.      Pada transplantasi organ digunakan obat penekan sistem imun. Penekan sistem imun ini meningkatkan kadar asam urat darah karena bisa menyebabkan kerusakan ginjal atau dengan menurunkan pengeluaran asam urat lewat ginjal.
8.      Obesitas menyebabkan peningkatan beban sendi sehingga meningkatkan risiko radang sendi gout.
9.      Konsumsi alkohol dalam ‘dosis’ sedang tapi teratur atau malah berlebihan juga meningkatkan kadar asam urat darah. Penyebabnya adalah alkohol menurunkan pengeluaran asam urat lewat ginjal sekaligus meningkatkan produksi asam urat.
10.  Mengkonsumsi makanan tinggi purin seperti sea food, daging dan jeroan, jelas meningkatkan produksi asam urat dalam darh.
11.  Sering mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh menyebabkan kandungan asam urat dalam darah meningkat.
12.  Pola diet rendah kalori juga menyebabkan peningkatan kadar asam urat darah.

Pantaulah faktor risiko peningkat asam urat Anda karena sekali asam urat ‘indekos’ di sendi, nyerinya minta ampun……!

Click to comment