-->

SENANDUNG BIJAK SANG FILSUF : GORESAN…….


Dalam salah satu sesi kuliahnya, Sang Filsuf bertutur, ”Sekarang kalian dengar dan coba jawab pertanyaanku. Kalau mampu, sih.”
“Mulai nih, nyindir lagi, nyindir lagi, sukanya gitu sih, Tuan,” gerutu Rita, mahasiswi ceriwis berambut cepak.
“Ouch, Rita, kau lupa lagi, lupa lagi, aku ini kan Guru Besar Sindirologi, he he he”.
“Maklum, Tuan, Rita kan mahasiswi pikunologi! Ha ha ha. Tanya aja, Tuan, dalam beberapa detik akan kami jawab,” ujar Bimo, pongah.
“Pertanyaan simpel, Nak, untuk apa belajar sejarah?”
“Ups, klise sekali, kuno! Semua orang juga tau, belajar sejarah untuk mengambil makna atas semua yang baik dan meninggalkan semua yang buruk. Makanya Bung Karno pernah berpidato, JAS MERAH, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah, begitu, Tuan,” sahut Rita bersemangat.
“Ada jawaban lain?” tantang Sang Filsuf Tua.
“Kami ingin dengar jawaban Tuan, kalau memang ada sih!” celetuk Siska.
“Dengarlah ini, Anak Muda. Sejarah adalah kumpulan goresan dari begitu banyak orang, bahkan tak terhitung jumlahnya. Belajar sejarah adalah belajar goresan yang luar biasa jumlahnya itu. Tapi, ingatlah satu hal ini saja…..!”
“What’s that, Sir?”

Click to comment