-->

SENANDUNG BIJAK SANG FILSUF : YANG DAPAT KAUPETIK…….


Mahasiswa berwajah kusut itu berjalan gontai keluar dari ruang rapat. Sang Filsuf menghampirinya dan menyapa, “Mengapa kau begitu kusut, Anak Muda?”
“Bagaimana tidak, Tuan. Aku menyatakan kebenaran dalam rapat itu dan mereka semua kompak menertawaiku! Aku sangat jengkel, Tuan, sangat amat jengkel!”
Sang Filsuf Tua menepuk pundak Diego, Sang Mahasiswa, “Jangan cepat gusar, Anak Muda, tidakkah kau lihat, setidak-tidaknya ada dua hal yang dapat kaupetik dari rapat itu!”
 “Apalagi yang dapat kupetik selain kejengkelan, Tuan???” ujar Diego dengan wajah semakin kusut.
 “Yang pertama dapat kaupetik adalah refleksi diri, Nak. Merefleksikan kembali, apakah yang kau sampaikan itu benar-benar kebenaran ataukah hanya fatamorgana kebenaran.”
“Yang kedua, Tuan?”
“Andaikan itu benar-benar kebenaran, hal kedua yang dapat kaupetik seharusnya membuatmu bangga, Nak, bukan malah jengkel!”
“Apa itu, Tuan?” tanya Diego dengan mata berbinar.

Click to comment