-->

NGOROK BIKIN HIPERTENSI ? ITU 'OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA' !


Oh, jadi ada hubungan antara Obstructive Sleep Apnea dengan hipertensi ya Dok?
Benar, Pak Windy! American Heart Association dan American College of Cardiology Foundation menegaskan itu!

Kok bisa begitu, Dok? Why?
Because pasien OSA mengalami hipoksemia atau kekurangan oksigen dalam darah saat mereka henti napas, Pak. Setelahnya secara tiba-tiba oksigen darah meningkat. Pasien juga sering terbangun tiba-tiba saat tidur. Waktu tidur juga kurang dan terjadi peningkatan tekanan negatif dalam rongga dada. Kadar karbondioksida dalam darah pasien OSA juga meningkat. Semua itu bisa berdampak pada gangguan kardiovaskuler atau gangguan jantung dan pembuluh darah, salah satunya ya hipertensi atau peningkatan tekanan darah.

Pada pasien OSA awalnya terjadi lonjakan-lonjakan tekanan darah di malam hari. Seiring waktu, lonjakan-lonjakan itu kemudian menetap sehingga tekanan darah di malam hari menetap tinggi. Lama kelamaan, tekanan darah di siang hari juga terdampak, jadi ikut meningkat.

Penyebab hipertensi pada OSA itu apa, Dok?
OSA berdampak pada gangguan jantung dan pembuluh darah. Nah kedua gangguan ini bisa menyebabkan hipertensi, Pak Windy.

Kita bicarakan gangguan pada jantung. Selama ‘serangan’ OSA di malam hari, kadar karbondioksida dalam darah meningkat lebih dari normal. Padahal tubuh kita kan lebih butuh oksigen dibanding karbondioksida, Pak. Nah, salah satu ‘manajer’ dalam tubuh yaitu sistem saraf simpatik ‘memerintah’ jantung untuk berusaha ‘mengusir’ kelebihan karbondioksida itu dan menggantinya dengan oksigen. Jadi jantung harus bekerja memompa darah lebih keras dan lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan oksigen di seluruh tubuh. Kerja keras dan cepat jantung menyebabkan peningkatan tekanan darah, bahkan bisa mencapai 30 mmHg atau lebih. Sementara, Pak Windy, tekanan darah pada orang normal turun hingga 10 persen di malam hari karena tubuh sedang beristirahat.

Kalau gangguan pada pembuluh darah gimana pula, Dok?
Selain jantung, pembuluh darah arteri atau nadi juga ikut menentukan tekanan darah.  Mengapa gangguan pembuluh darah bisa menyebabkan hipertensi? Salah satunya juga karena peningkatan kerja sistem saraf simpatik tadi, Pak. Sistem saraf simpatik juga bekerja memicu penyempitan pembuluh darah. Penyempitan pembuluh darah menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Salah ‘dua’nya, Dok?  
Akibat OSA juga terjadi stres oksidatif atau stres akibat radikal bebas pada dinding bagian dalam pembuluh darah. OSA memunculkan sejumlah faktor yang mampu merusak sel-sel bagian dalam dinding pembuluh darah. Kerusakan sel-sel yang disebut endotel itu menyebabkan aterosklerosis atau peradangan pembuluh darah yang ‘mengundang’ perlengketan tumpukan lemak dan zat-zat lain.

Tumpukan itu yang disebut ‘plak’ ya, Dok?
Sungguh tepat, Pak! Tumpukan itu membentuk plak pada dinding bagian dalam pembuluh darah seperti tumpukan lumpur yang mengeras pada dinding dalam pipa paralon. Akibatnya terjadi penyempitan hingga sumbatan total lubang pembuluh darah. Kalau ada penyempitan pembuluh darah maka…………..

Aliran darahnya berkurang dan karena itu tekanan darah meningkat.
L2BS, Pak. Lagi-lagi benar sekali, he he he.

Kesimpulannya, Dok, OSA menyebabkan gangguan jantung dan pembuluh darah. Gangguan kardiovaskuler ini menyebabkan, salah satunya, hipertensi. Dan pada gilirannya, hipertensi dapat berdampak pada banyak bagian tubuh termasuk yang vital seperti ya, balik lagi ke jantung, dan tentu saja, otak. Benar kan, Dok?
It’s VVSC, very-very smart conclusion, Pak Windy! Wah, saya bisa kalah, nih. Kita sudahi saja pembicaraan kita, Pak, he he he.

Sama Dokter mana bisa menang? Seri aja susah. Itu kata ‘cucu-cucu’nya lho Dok, ha ha ha. 
Fourfold A, Pak Windy, Ada-Ada Aja Ah! 


Click to comment