-->

APA ITU 'KERACUNAN GULA' ?


Keracunan gula, Dok? Memangnya gula itu racun?
Dalam dunia kedokteran, keracunan gula dikenal sebagai glucotoxicity, Bu. Para ahli menegaskan, pada diabetes, bahkan prediabetespun, terjadi keracunan gula!

Bagaimana gula itu bisa meracuni?
Kita tahu bersama, Bu, pada diabetes bahkan prediabetes, kadar gula dalam darah lebih dari normal atau disebut hiperglikemia. Keadaan hiperglikemia inilah yang menyebabkan ‘suasana keracunan’ pada tubuh. Nah, bagaimana gula yang berlebih itu bisa meracuni?

Kita bicarakan dulu prediabetes, Bu. Pada keadaan ini, terjadi lonjakan kadar gula dalam darah yang berulang-ulang akibat makan berlebihan. Ini mirip dengan tegangan tinggi listrik yang berulang-ulang terjadi.

Sedangkan pada diabetes, kadar gula darahnya bisa melonjak-lonjak atau malah terus-terusan tinggi atau seperti tegangan listrik juga yang terus-terusan tinggi. Jadinya gimana, Bu?

Wah semua alat elektronik bisa rusak dong, Dok!
Tepat sekali, Bu! Nah, kadar gula darah yang melonjak-lonjak pada prediabetes ataupun yang melonjak-lonjak dan menetap tinggi pada diabetes merusak organ-organ dalam tubuh penderitanya. Kerusakan ini terjadi karena peningkatan gula darah kronik alias menahun.

Yang rusak apanya dari organ-organ itu, Dok?
Di sinilah masalahnya, Bu. Yang dirusak oleh gula itu justru pembuluh darah, terutama sel-sel yang ada di dindingnya. Kerusakan terjadi pada pembuluh darah besar dan kecil.

Wah, gawat juga ya, Dok, because pembuluh darah kan ada di seluruh bagian tubuh?
Right, Madam! Jadi seluruh bagian tubuh bisa menjadi target ‘keracunan’ oleh kadar gula yang tinggi. Komplikasi-komplikasi terjadi karena kerusakan pembuluh darah seperti ini.

Misalnya, Dok?
Komplikasi pada jantung dan pembuluh darah, misalnya serangan jantung, stroke, dan luka yang menjadi tukak dan sukar sembuh, bahkan impotensi, Bu. Komplikasi gangguan hingga gagal ginjal dan hati juga bisa terjadi. Dan satu hal yang sangat perlu diingat, tingginya kadar gula darah juga semakin merusak pankreas!

Serius, Dok? Kan pankreas penghasil insulin? Gimana dong, Dok?
Benar kata Bu Shinta, pankreas adalah penghasil insulin. Insulin inilah yang berperan seperti ‘angkot’ yang membawa gula dari darah masuk ke sel. Pada penderita diabetes, bisa jadi kadar insulinnya dalam darah sudah menurun karena pankreas sudah rusak. Nah, kadar gula yang tinggi semakin merusak pankreas!  

Kadar insulinnya makin turun dan kerusakan oleh gula semakin hebat, benar Dok?
Sekali lagi, sangat benar, Bu! Apalagi seiring perjalanan penyakit, kadar gula darah semakin lama bisa semakin meningkat khususnya pada penderita yang kurang peduli dengan gula darahnya. Pada titik ini terjadi proses bolak balik yang terus menerus bergulir dan semakin lama semakin memburuk sehingga penyakitpun semakin parah!

Wah, wah, wah, ini harus dicegah, Dok, harus!
Mau tau pencegahannya, Bu?

Tentu dong, Dok!
Ada lima pilar, Bu. Ini nih pilarnya, Pertama, Edukasi atau Penyuluhan, maksudnya, penyandang  prediabetes atau diabetes harus mendapat seluas-luasnya informasi tentang diabetes baik dari tenaga kesehatan maupun dari sumber lain yang tentu saja harus benar! Yang kedua, pengaturandDiet. Ya itu, pengaturan jumlah kalori dan pembagiannya sesuai berat badan ideal yang ingin dicapai. Pilar ketiga, kegiatan jasmani. Penggunaan obat sebagai pilar keempat dan yang terakhir, Swa Monitor Gula Darah (SMGD) atau Self Monitoring Blood Glucose (SMBG). Di lain kesempatan kita bicarakan lebih detil tentang lima pilar itu ya, Bu, itupun kalo mau tau lho ya.

Mau, mau, Dok!
Mau tau aja atau mau tau buanget?




1 comments:

Click to comment