-->

KEINTIMAN SUAMI ISTRI: VVIT !


Kok ngomongin keintiman,  Dok? Malu ah!
Because marital intimacy is VVIT, Abram and Judith!

What’s VVIT, Doctor?
Very very important thing, ha ha ha.

Fourfold A deh, Dok.
Apa itu?

Ada ada aja ah! Ha ha ha. Tapi ngomong-ngomong, why marital intimacy itu sangat-sangat penting, Dok?
Mengawali pembicaraan kita, ada baiknya kita ngomongin perkawinan lebih dulu. Bagaimana para ahli mengambarkan perkawinan atau marriage? Secara umum, perkawinan adalah hubungan yang paling penting dan sangat mendasar dalam kehidupan manusia. Mengapa? Karena perkawinan memungkinkan munculnya hubungan kekeluargaan dan menjadi tempat ‘pelatihan dan pendampingan’ generasi mendatang.  Maka, sukses atau gagalnya perkawinan sangat menentukan sukses atau gagalnya kehidupan keluarga dan masyarakat. Pertanyaan berikutnya adalah, mengapa dua insan menikah? Mengapa Anda menikah, Abram dan Judith?

Karena ada kecocokan, Dok!
It’s very simple answer! Ada banyak alasan mengapa orang begitu berhasrat untuk menikah. Tidak sedikit pasangan yang menikah hanya karena dorongan seksual, menilai kecantikan dan ketampanan. Ini sangat berbahaya because kecantikan dan ketampanan akan luruh oleh waktu! Alasan lain agak matre, mendapatkan keamanan ekonomi, sehingga mencari suami atau istri kaya atau mertua kaya. Pasangan lain menikah karena mendambakan keamanan emosional. Sejumlah orang menjadikan perkawinan sebagai tempat melarikan diri dari kesepian. Dan cukup banyak pasangan ingin mencari kedamaian, dan, tentu saja, memadu cinta dan keintiman dalam lembaga perkawinan.

Lalu, mengapa intimacy, Dok?
Karena statistik menunjukkan konflik dalam perkawinan dan angka perceraian makin lama makin meningkat! Karena itu sangat dibutuhkan ‘pembelajaran’ tentang keintiman, bagaimana pasangan suami istri belajar membentuk secara kreatif, mengalami secara utuh serta mempertahankan dengan segala upaya, keintiman itu!

Sebenarnya keintiman itu apa sih, Dok? Bukannya nggak tahu, tapi mo tau lebih clear, ha ha ha.
Waduh, ngelesologi, ha ha ha. Keintiman atau intimacy itu adalah perasaan mendalam di antara dua belahan hati. Nah, perasaan mendalam itu pertama-tama memuat kepercayaan satu sama lain. Anda berdua bisa bayangkan bagaimana mahligai perkawinan bisa teguh tanpa kepercayaan. Nah syarat pertama untuk keintiman, sekali lagi, kepercayaan. Pada gilirannya, kepercayaan yang ada akan memunculkan kehangatan. Coba Anda berdua bayangkan lembaga perkawinan yang diselimuti kehangatan, betapa romantisnya!

Kami bayangkan dulu ya, Dok, ha ha ha.
Udah terbayang? Ha ha ha. Kehangatan berujung pada hasrat kuat untuk membangun hubungan yang semakin lama semakin kuat dan erat, tak terpisahkan, ibarat amplop dan perangko yang direkatkan oleh lem. Lem itu adalah keintiman.
 
Caranya membentuk dan mempertahankan keintiman itu, Dok?  
Membentuk dan mempertahankan keintiman itu adalah skill and art, ketrampilan sekaligus seni. Kan sewaktu pacaran, masing-masing kita sangat terampil menjadi seniman? Melukis seperti Leonardo da Vinci, berpuisi seperti Shakespeare, dan bermusik seperti Michael Jackson? Di sinilah dibutuhkan syarat rasa aman, rasa diterima dan dibutuhkan, rasa dilengkapi, rasa ditumbuhkan, dan semua itu membentuk keterikatan satu sama lain. Nah, sekarang, masih malu ngomongin keintiman, heh?

M2K, Dok, malu-malu kucing, ha ha ha.
Hua ha ha ha ha.


Bahan bacaan:
1.      Let's Talk About Sex: A Diary Investigation of Couples’ Intimacy Conflicts in the Home, Lauren M. Papp, et al, http://www.ncbi.nlm.nih.gov
2.      The Relationship between Adult Attachment Style, Communication Patterns and Marital Intimacy, Shekoofeh Dadfarnia, et al, http://worldofresearches.com





Click to comment