-->

DIET KELIRU PENGUNDANG PENYAKIT


Diet pengundang penyakit? Apa nggak salah? Benar! Yang salah ya polanya! Nah, mari kita simak pola diet keliru yang bisa mengundang penyakit:

POLA KELIRU SARAPAN PAGI:
Sekali lagi, sarapan pagi itu penting! Kurang konsentrasi pada pelajaran dan pekerjaan adalah dampak tidak menikmati sarapan karena kadar gula darah yang menurun saat tidur semakin menurun karena tidak sarapan. Bahkan tak jarang murid sekolah pingsan saat upacara bendera karena nggak sarapan di Hari Senin. Ditambah lagi sarapan bikin ‘balas dendam’ saat makan berikutnya. Alhasil, obesitas ketimbang langsing.

Tapi, ingat, sarapan pagi berlebihan juga nggak begitu baik. Perut yang kekenyangan di pagi hari membuat sirkulasi darah berkonsentrasi di saluran pencernaan sehingga yang mengalir ke otak berkurang. Jadinya ya konsentrasi juga menurun dan mengantuk. Mengantuk di kelas atau di kantor? Wah cari gara-gara deh. Bisa-bisa dihukum berdiri d depan kelas atau malah ditegur si Boss! Malu dong.

So? Sarapan pagi secukupnya, mungkin menikmati semangkok oatmeal ditambah segelas susu low fat atau beberapa potong kecil buah. Yuuuuuuk sarapan…..!

DIET KARBOHIDRAT:
Mengkonsumsi karbohidrat berlebihan jelas tak baik. Because glukosa yang berasal dari karbohidrat yang berlebih akan disimpan dalam bentuk lemak dalam tubuh. Hasilnya? Ya obesitas, dong. Lebih buruk lagi kalau yang terbentuk obesitas abdominal atau obesitas sentral. Ujung-ujungnya……… diabetes dan sindrom metabolik, lagi!

Kalau gitu kurangi asupan karbohidrat seminimal-minimalnya? Nggak juga kali. Asupan rendah karbohidrat bisa menyebabkan penurunan kadar neurotransmitter serotonin yang diproduksi oleh otak. Serotonin ini ‘bertanggung jawab’ terhadap pengaturan perasaan. Bisa dibayangkan kalau kadar serotonin rendah. Perasaan jadi kacau balau. Jadinya mudah marah dan tersinggung atau lama kelamaan malah jadi stres dan depresi. Wah, berabe, deh.

Jadi, asuplah karbohidrat dalam jumlah yang cukup dan pilihlah karbohidrat yang ‘baik’. Karbohidrat baik didapat misalnya dari beras merah dan roti gandum.

DIET LEMAK:
Suka makan semua yang fried-fried alias digoreng karena bisa makan tahu berasa ayam dan tempe berasa pecel lele? Sah-sah saja. Suka juga makanan berlabel partially hydrogenated? Siapa yang larang, tapi, mulai sekarang kesukaan itu harus direduksi! Mengapa? Karena makanan seperti itu memunculkan lemak jenuh atau lemak trans yang bisa bersaing dengan hormon seks, testosteron, di dalam darah. Padahal si testosteron sangat berperan membangkitkan libido atau gairah seksual baik pada pria maupun wanita. Jangan heran kalau libido menurun gara-gara ‘rajin’ mengkonsumsi jenis makanan seperti itu.

Lemak trans juga 'membantu' meningkatkan kadar kolesterol jahat, LDL, dan menurunkan kadar HDL, si kolesterol baik. Risiko terkena gangguan jantung dan pembuluh darah juga meningkat pada penyuka gorengan dan makanan berlabel partially hydrogenated. Makanan apa saja yang berlabel seperti itu? Sebagian besar cake, kukis, pai garing dan krekers dibuat dengan minyak sayur partially hydrogenated. Banyak cemilan dari kentang, jagung, dan tortilla jagung sering juga mengandung lemak trans. Apalagi makanan yang digoreng dalam suhu tinggi seperti fried chicken, donat dan kentang goreng. Tidak ketinggalan nondairy coffee creamer dan margarin stik.

Sungguh tak banyak jalan ke Roma kali ini. Satu-satunya jalan, ya, tetap sukai tapi jarang bertemu apalagi mengkonsumsi mereka yang disebut di atas, OK? Gantinya, konsumsi minyak zaitun, kacang-kacangan, alpukat, serta daging sapi tanpa lemak yang kaya protein dan zinc. Zinc adalah mineral pendongkrak libido karena mengoptimalkan kadar testosteron. Jadi, jantung terlindungi dan libido meningkat.

DIET KURANG SERAT:
Toilet kewalahan menahan berat badan Anda dalam sehari karena berkali-kali menggunakannya? Why berkali-kali? Because 'si b a b' nggak kunjung keluar? Bisa jadi Anda kurang mengkonsumsi serat. Mengkonsumsi serat dalam jumlah optimal akan memperlancar kegiatan ‘ke belakang’ sekaligus mencegah diare. Tingkatkan bertahap asupan serat Anda jika belum terbiasa mengkonsumsinya dalam jumlah cukup, 35 gram perhari. Jangan sampai perut Anda kembung hanya karena ‘memaksa’ mengasup serat setelah membaca artikel ini. 

DIET KURANG CAIRAN:
Dehidrasi, ringan apalagi berat, sangat mempengaruhi kesehatan. Kulit kering dan nyeri kepala bisa disebabkan oleh dehidrasi ringan. Dehidrasi berat malah bisa menyebabkan syok hingga kematian! Karena itu bantu tubuh Anda bekerja optimal dengan memberikan cairan dalam jumlah yang cukup. Cairan bisa didapat dari air putih, kuah sayur, dan minuman lain. Tapi, usahakan menghindar dari minuman manis dan carbonated. Minumlah sekitar 6 sampai 10 gelas air putih perhari.

DIET SUPER KETAT:
Artinya, makan terlalu sedikit. Buat apa? Ya jadi langsing, dong. Hasilnya? Langsung………..rontok tuh rambut. Pengurangan mendadak kalori yang diasup mengagetkan folikel rambut hingga merekapun terlepas dari kulit kepala. Apalagi kalau kalori yang diasup setiap hari kurang dari 1000 kalori! Terlalu sedikit makan juga berarti terlalu sedikit mendapat mineral zinc dan besi yang sangat dibutuhkan rambut untuk tetap bertahan. Well, kalau begitu, asuplah kalori yang cukup, sesuai dengan berat badan ideal yang diinginkan, dan kalau perlu, konsumsi suplemen vitamineral setiap hari.

DIET RENDAH ASAM LEMAK OMEGA 3:
Nggak rela cepat menderita Alzheimer? Asuplah makanan yang cukup mengandung asam lemak omega 3 seperti ikan salmon atau ikan tuna atau paling tidak suplemen minyak ikan. Asam lemak omega 3 memberi nutrisi pada sel-sel otak sehingga fungsi memori otak meningkat, juga menurunkan kemungkinan stres dan depresi serta risiko kepikunan dini.

ANDA INGIN SEHAT? IKUTI POLA DIET SEHAT! JANGAN KELIRU!

Click to comment