-->

SENANDUNG BIJAK SANG FILSUF : KACAMATA KEPEKAAN......

Sebagai seorang guru, Filsuf Tua sering menerima curhat. Pagi itu duduklah di depan Sang Filsuf seorang gadis manis yang sedang menangis tersedu. Gadis itu mulai percakapan, ”Aku sungguh tak mengerti, mengapa Pak Andy begitu tega padaku, Tuan!”
“Sebenarnya ada apa, Sidney?” tanya Sang Filsuf lembut.
“Dia memecatku, Tuan! Kabar itu sangat mengejutkanku.”
“Mengapa gadis semanis kamu sampai dipecat?”
“Karena aku sering terlambat kerja. Ibuku sedang sakit. Setiap hari aku harus mengurus ibuku, Tuan. Dan, Pak Andy tak mau mengerti keadaanku. Anda tahu, betapa sedihnya aku, hu hu hu,” Sidney tersedu.
“Aku akan membantumu, Sidney, semampuku. Tenanglah, Nak.”
“Terimakasih, Tuan.”
Sorenya di ruang yang sama, Pak Andy juga curhat kepada Sang Filsuf, ”Perusahaanku rugi karena kelakuan Sidney. Apalagi dampaknya kepada karyawan lain sangat buruk. Apa aku harus menutup mata, Tuan?”
“Aku tidak meminta Anda menutup mata, Pak Andy. Yang ingin kusarankan adalah menukar kacamata Anda. Gunakanlah kacamata kepekaan sehingga segala sesuatu yang terlihat di depan jadi berbeda. Kacamata kepekaan itu akan sangat membantu Anda dan Sidney, bahkan juga semua karyawan lain.”
“Baik, Tuan, terimakasih, saya akan mencoba mengenakan kacamata kepekaan! Tapi, ngomong-ngomong, di mana ……..belinya, Tuan? Ha ha ha.”

Click to comment