-->

SENANDUNG BIJAK SANG FILSUF : HARMONI YANG MENGHANYUTKAN…….


Pagi yang teramat indah setelah semalaman diselimuti mendung. Biru, bersih, jernih! Sejernih hati Hartini, mahasiswi cantik yang kemarin terpilih menjadi Ketua HIMA Kolese.
“Selamat pagi, Tuan, Anda belum memberi selamat padaku!”
“Hei, Anak Muda, selamat pagi juga, selamat ya,” jawab Filsuf Tua.
“Kok hanya itu?” Tini pura-pura cemberut.
“Emangnya apa yang kau inginkan lagi? Hadiah? Besoklah kubeli kalau begitu.”
“Ya, aku mau hadiah darimu, Tuan! Hadiah yang tak perlu Anda beli, masukan!”
Sembari tersenyum, Sang Filsuf bertutur, “Setiap organisasi, termasuk HIMA itu ibarat orkestra, Nak. Kau mendapatkan giliran menjadi konduktornya. Dan kau tahu apa peran konduktor dalam orkestra?”
“Memimpin pertunjukan orkestra itu, Tuan,” sahut Tini cepat.
”It’s not enough, Tini! Konduktor bukan sekadar memimpin tetapi lebih lagi untuk memastikan……”
“Memastikan apa, Tuan?” tanya Tini penasaran. Memang, Sang Filsuf sering membuat orang penasaran dan tak jarang jengkel karena itu hobinya!

Click to comment