-->

SENANDUNG BIJAK SANG FILSUF : PRASASTI DI HATIMU…….

Pagi terlihat begitu cerah. Seorang pemuda menghampiri Sang Filsuf, “Selamat pagi, Tuan.”
“Hei, Anak Muda, selamat pagi juga, bagaimana kabarmu?” jawab Filsuf Tua.
“Baik, Tuan! Boleh saya tanya sesuatu?”

“Oh, tentu saja! Mengapa tidak?”

“Sangat sering kudengar Tuan bicara tentang kejujuran. Hal itu sangat menggangguku karena ada satu pertanyaan besar di hatiku, apakah aku masih memilikinya??? Bahkan, apa itu kejujuran?”

Filsuf Tua tersenyum, “Ada orang bijak yang mengembangkan idenya tentang itu, Anak Muda. Kejujuran itu adalah ‘jangan mengatakan ya bila hatimu bilang tidak, dan jangan bilang tidak bila hatimu mengatakan ya! Sangat sederhana, bukan?”

“Bantu aku menemukan lagi ya dan tidak itu, Tuan!”

“Tidak begitu sulit menemukannya, Nak. Keduanya sudah terpahat indah pada prasasti di hatimu sejak semula, Nak. Hanya saja prasasti itu kini mungkin tertutup lumpur hingga pahatan itu tak jelas lagi terlihat Mungkin kau sendiri yang secara sadar melumurinya. atau mungkin juga keadaan di sekitarmu yang memaksamu berbuat begitu,” ujar Sang Filsuf lirih.

“Saranmu, Tuan?”

Click to comment