-->

GANGGUAN ASAM LAMBUNG, GIMANA BERPUASA? (Puasa menyehatkan jiwa dan raga 4)

Katanya penyakit maag berhubungan dengan puasa, gimana ceritanya tuh?
Yaaaak ! Gangguan maag atau lambung yang sering disebut sindrom dispepsi, juga tak jarang dikhawatirkan Kaum Muslim yang akan atau sedang berpuasa. Gangguan maag ini cukup banyak sih. Bahkan, banyak penelitian menyatakan, sekitar 1 dari 4 orang dewasa pernah mengalami gangguan ini dalam hidupnya. Survei juga menunjukkan, sekitar 30 % pasien yang berobat ke dokter umum dan 40 – 50 %  klien yang datang berobat ke dokter spesialis, mengeluhkan gangguan saluran cerna dan yang terbanyak adalah dispepsia.  

Salah satu gejala yang cukup menonjol pada sindrom dispepsia adalah rasa nyeri. Rasa nyeri maag ini bisa berupa rasa panas, rasa terbakar, rasa ditusuk – tusuk atau perih di ulu hati, tepat di bawah tulang dada. Gejala lainnya ya mirip dengan sejumlah gejala di atas tadi. Nah, gejala gangguan lambung ini bisa dirasakan hanya sebentar, paling lama 3 bulan. Ini disebut dispepsia akut. Sedangkan yang lebih dari 3 bulan disebut dispepsia kronis.

Apa sih sebenarnya penyebab penyakit maag ini ?
Wah, beragam sekali ! Salah satunya adalah kerusakan pada lambung dan usus itu sendiri, bisa berupa tukak, kanker, radang lambung, radang usus dua belas jari, pengaruh obat – obatan, karena infeksi atau gangguan metabolik. Ini disebut gangguan organik karena ada kerusakan organ.

’Salah dua’nya ?
Bahasa Anda kacau deh !

Never mind, Choi !
Oke, ’salah dua’nya adalah penyebab yang tidak berhubungan dengan kerusakan organ. Ini disebut dispepsia fungsional karena menyangkut fungsi dari lambung dan usus dua belas jari, di antaranya adalah gangguan saraf dan masalah kejiwaan.

Katanya ada kuman yang bisa menyebabkan maag ?
Bener buanget ! Namanya keren, Helicobacter pylori.

Oh, aku tau, masih satu spesies sama helicopter ya ?
Hush, ngawur ah ! Hasil penelitian para pakar yang diawali oleh Om Robin Warren, seorang pakar Patologi dari Australia, menunjukkan, kuman H. pylori memang merupakan salah satu penyebab penyakit maag antara lain dengan meningkatkan produksi asam lambung. Disampaikan juga bahwa dalam jangka waktu 20 - 30 tahun, infeksi H pylori pada lambung bisa berkembang menjadi kanker lambung. Ternyata, dilaporkan, lebih dari setengah penduduk dunia diserang oleh kuman ini.

Wah, ngeri juga ya !
Begitulah ! Kita harus berhati – hati karena kuman ini bisa menular melalui air ludah atau tinja penderita. Jadi kalau ada anggota keluarga yang terinfeksi, anggota lainnya dalam keluarga itu juga beresiko ! Coba bayangin !

A a deh, aku bayangin sebentar ya.
Udah, udah, kita terusin ya. Kita ’kupas’ tentang asam lambung.

O ya, penyebab lain peningkatan asam lambung opo sih ?
Produksi asam lambung juga  dipengaruhi oleh saraf dan hormon. Nah, salah satu faktor yang merangsang meningkatnya produksi asam lambung hingga berlebihan adalah rasa cemas atau stres, misalnya dalam rumah tangga, dalam pekerjaan atau men hadapi pelajaran dan ujian. Stres ini mempengaruhi saraf dan sistem hormonal tubuh. Yang juga bisa memperbanyak produksi asam lambung adalah makanan. Makanan yang mana ?

Lho, kok nanya ke aku ?
Siapa tau Sampeyan ngertos ! Ada 4 jenis makanan yang bisa merangsang peningkatan asam lambung. Simak baik – baik ya ! Pertama, makanan yang banyak mengandung gas atau dalam prosesnya akan menghasilkan gas, misalnya makanan tinggi lemak, sayur seperti sawi dan kol, buah misalnya nangka dan kedondong atau buah yang dikeringkan, serta minuman yang bersoda. Lalu kedua, makanan yang langsung merangsang peningkatan asam lambung yaitu kopi, minuman beralkohol, anggur putih, sari jeruk atau jus buah lain yang keasamannya tinggi. Nan katigo, makanan yang sulit dicerna seperti kue tart, coklat, dan keju.

Makanan lainnya ?
Yang keempat, makanan yang berpotensi merusak dinding lambung yaitu yang mengandung cuka, terlalu pedas, atau banyak merica dan bumbu lainnya yang merangsang. Juga beberapa jenis makanan lain seperti gorengan, beras ketan, mie, dodol, dan lain – lain. Obat – obatanpun, terutama obat anti sakit yang disebut Anti Inflamasi Non Steroid bisa meningkatkan asam lambung.

Jadi gimana dong ?
Ya diobati, toh. Salah satunya dengan antasida, anti asam lambung. Lalu, ada satu lagi nih, kelainan yang berhubungan dengan asam lambung. GERD.

Apa ? GERR ?
Pasang telinga baik – baik ya, Ge E Er De, GERD !

Weleh, weleh, kue macam apa pulak tuh ?
Wah, payah deh ! Pikiran Anda ke makanan melulu. Lama – lama bisa gembrot nih. Kujelasin ye. GERD itu singkatan dari Gastro Esophageal Reflux Disease, yang artinya kira – kira penyakit akibat refluks atau berbaliknya cairan lambung ke esofagus atau dalam bahasa kitanya kerongkongan.

Penyakit semacam ini juga sering dikira sebagai dispepsia atau penyakit maag. Padahal kalau tidak diperhatkan dan ditangani dengan tepat, penyakit ini bisa menyebabkan hal yang lebih fatal dalam waktu lama.

Menjadi fatal ?
Ya, GERD bisa mengakibatkan munculnya kanker kerongkongan atau kanker lambung.

Yang terjadi opo yo ?
Ini ulah si asam lambung juga. Asam lambung itu naik ke kerongkongan. Sesampainya di kerongkongan, asam itu menyebabkan perlukaan. Nah, perlukaan ini yang lama kelamaan bisa menyebabkan kanker.

Yang dirasa pasien apa sih ?
Orang yang menderita GERD bisa merasakan nyeri pada tengah dada seperti rasa panas atau terbakar. Atau juga bisa sesak napas seperti penderita asma.

Kok bisa ya asam lambung itu back to esofagus ?
Beberapa kebiasaan yang kurang baik bisa menjadi faktor resiko terjadinya GERD yaitu obesitas atau kegemukan, merokok, minum alkohol, minum kopi, stress, dan tidur telentang sesudah makan apalagi sedang kekenyangan.

Lantas gimana dong kalau orang yang mengalami gangguan seperti itu berpuasa ?
Kalo gangguannya ringan, justru berpuasa sangat baik bagi orang yang mengalami gangguan saluran cerna seperti ini. Mengapa ? Karena saluran cernanya ‘diajak’ untuk bekerja teratur. Tentu saja harus tetap memperhatikan sejumlah penyebab dari gangguan itu.

Nah, simak beberapa tips ini ya :
-    Hindari makanan yang menghambat aktivitas enzim atau merangsang peningkatan asam lambung seperti makanan yang pedas, asam, ketan, sayuran seperti kol, sawi, dan nangka.
-    Pada saat berbuka jangan langsung nyerbu air es atau minuman bersoda. Sebaiknya minum sesuatu yang hangat seperti teh manis hangat.
-    Jangan pula langsung 'balas dendam' dengan 'memborong' sejumlah besar makanan yang tersaji karena lambung jadinya 'bingung' dan teregang. Santaplah makanan secara bertahap, dengan porsi kecil tetapi sering. Misalnya makan beberapa kali dari waktu berbuka hingga sebelum tidur.
Oke ?

1 comments:

avatar

Tambahan sedikit aja jika mengalami gangguan lambung harap hindari makanan yang berlemak, pedas, asam.. Dan jangan lupa bikin ramuan kunyit dengan temulawak

Click to comment