-->

SENANDUNG BIJAK SANG FILSUF : TELUR EMAS

Forum Komunikasi Pengusaha Tekstil mengadakan diskusi dengan topik ‘keputusan’. Sang Filsuf diundang menjadi narasumber.
Pada sesi tanya jawab, Direktris PT. Sutra Ungu bertanya kepada Filsuf Tua, ”Dalam rapat, kami selalu berhasil membuat begitu banyak keputusan, Tuan. Semua keputusan itu selalu besar dan indah. Namun, saya heran, mengapa amat sedikit yang terlaksana! Di mana salahnya, Tuan?”

“Masalahnya bukan pada salah dan benar, Bu. Masalahnya pada tepat dan tidak tepat!”

“Maksud Tuan?” tanya Bu Direktris penasaran.

“Ya, Bu. Sering sekali orang membayangkan, sejumlah keputusan hebat adalah deretan keputusan yang besar dan indah. Tapi mereka sering lupa, keputusan yang besar dan indah itu bagaikan telur emas. Telur emas yang tampak begitu besar dan tentu saja berkilau indah. Namun sayangnya, telur itu tidak mungkin menetas, sampai kapanpun, karena tidak ada kehidupan di dalamnya! Jadi, jauh lebih baik memunculkan telur itik, telur ayam, bahkan telur puyuh yang kecil sekalipun. Telur-telur itu jauh lebih mudah ditetaskan dari pada telur emas, Bu, karena di dalamnya ada detak-detak kehidupan organisasi, yang nyata, sungguh-sungguh nyata!”

Baca Juga :

1 comments:

Click to comment