-->

PUASA MASA PEMBERSIHAN TUBUH ((Puasa menyehatkan jiwa dan raga 1)

Tubuh kita ’Kantong Racun’? Hiii, mengerikan !
Inilah tubuh kita ! Taklah berlebihan kalau kita bilang begitu, kantong racun.

Kok Anda bisa bilang begitu?
You must know, tubuh manusia dalam perjalanan sejarah mengalami evolusi dan berusaha beradaptasi terhadap lingkungannya selama berjuta-juta tahun. Amat beruntung bahwa manusia yang hidup di zaman modern ini, Homo sapiens, tetap bertahan hidup berkat kegigihan nenek moyang kita bahkan sejak zaman purba ! Di setiap zaman selalu ada tantangan bahkan ancaman terhadap kehidupan manusia. Dengan pikiran yang terus berkembang manusia berhasil menaklukkan segala tantangan dan ancaman yang ada.

Tantangan zaman modern iki, opo saje sih?
Salah satunya racun atau yang istilah kerennya, pro-oksidan atau radikal bebas.

Racun, pro-oksidan, radikal bebas? What’s that?
Yo’i ! Kok kaget ? Racun atau radikal bebas itu adalah satu unsur atom atau molekul yang tidak berpasangan atawa jomblo. Jadi, ia berusaha mencari pasangannya pada sel-sel tubuh kita. 

Dari mana sih semua racun itu
Sebagian radikal bebas berasal dari tubuh sendiri, sebagai hasil sampingan proses-proses dalam organ kita. Sebenarnya, semakin tinggi aktivitas seseorang, semakin meningkat kebutuhan oksigennya, akan semakin banyak pula terbentuk radikal bebas. Misalnya saja, olah raga aerobik, kegiatan ini akan meningkatkan jumlah radikal bebas dalam tubuh kita di samping tentu saja juga menyehatkan.

Kalo gitu, lebih baik diam aja, nggak usah beraktivitas dong.
Apa bener Anda bisa sehari saja nggak melakukan aktivitas apapun?

Of course NO!
Nah, bukan aktivitasnya yang dihilangkan tetapi yang paling penting adalah upaya untuk meng-KO-kan radikal bebas itu. Ternyata berbagai keadaan lain juga menyebabkan peningkatan radikal bebas dalam tubuh, misalnya cedera atau trauma yang mengenai tubuh. Radikal bebas juga meningkat di saat kita diserang penyakit, setelah serangan jantung atau stroke, dan seusai pembedahan. Stres, gangguan yang semakin meningkat di zaman modern inipun punya andil besar dalam meningkatkan radikal bebas dalam bodi kite. Dan….., proses penuaan jelas berperan!

Wah, wah, wah rumit deh!
Wait, brother, yang juga harus diwaspadai adalah racun yang berasal dari luar.

Apa pulak ini ! Racun dari luar? Dari luar angkasa?
Dari luar tubuh dong. Gimana sih? You must know lagi, Dalam sehari saja ada miliaran kilogram bahan kimia yang dibuang ke bumi. Nenek moyang kita, hingga 150 tahun yang lalu, tidak mengenal bahan-bahan kimia buatan manusia. Mereka berinteraksi dengan alam secara sangat alamiah!

And now?
See byself. Sebagian besar manusia di abad modern ini senang sekali mengkonsumsi semua yang instan. Manusia berinteraksi dengan racun! Bahkan, para pakar memperkirakan, ada 2000 jenis zat kimia baru buatan manusia yang masuk ke tubuh kita setiap tahun. Dan hasilnya ……….!

Hasilnya?
Jangan pingsan dulu ya!

Nggak kuat, ah, ha ha ha!
Ada 80.000 zat kimia yang sudah terlanjur merasuki tubuh kita! Tubuh kita kantong racun, bukan? Do you agree with me?

Sure! Sungguh-sungguh mengerikan! Aku pingsan dulu ah.
Silakan, Choi. Hampir semua bahan yang mempermudah kehidupan kita sebenarnya membantu ’mengantarkan’ radikal bebas ke tubuh kita. Makanan instan-pun tak terkecuali.

Abis, uenak sih!
Ini dia, nih! Gaya hidup yang serba mau uenak itulah biang keladinya. Kelompok ‘penjahat’ yang akan menggerogoti tubuh itu masuk terutama melalui makanan dan minuman yang kita konsumsi serta melalui udara yang kita hirup. Atau, melalui kulitpun racun-racun itu bisa masuk ke tubuh kita, lewat kosmetika misalnya.

Sadarkah kita bahwa jajanan anak-anak kita di sekitar rumah dan sekolah misalnya tidak higienis? Zat-zat pewarna pakaian seperti Rodhamin B maybe melarut dalam minuman dingin yang diminum. Minyak jelantah yang entah sudah berapa kali berulang-ulang dipakai untuk menggoreng kita rasakan enaknya. Sejumlah bumbu penyedap rasa yang dipakai berlebihan mengancam kita. Ini semua sumber dari apa yang kita sebut radikal bebas itu!

Wah, wah, wah, kita tenggelam dalam lautan racun!
Tepat sekali ! Banyak sekali makanan dan minuman instan yang mengandung zat-zat artifisial seperti pengawet, penstabil, pewarna, perasa, dan lemak trans yang sangat berbahaya bagi tubuh. Tanah tempat tumbuhnya segala jenis bahan nabati dan air yang kita gunakan setiap hari entah untuk apa saja, bisa saja sangat membahayakan karena tercemar kuman atau bahan berbahaya lain seperti pestisida. Nikotin dan zat lain, kawan-kawannya yang berjumlah ribuan jenis dari rokok berpotensi meracuni tubuh kita. Satu hembusan asap rokok bisa ’mengirimkan’ 3 juta radikal bebas ke tubuh kita. Bahkan, obatpun berpotensi menjadi racun.

Apa akibatnya kalo radikal bebas itu ’indekos’ di tubuh kita?
Sebenarnya dalam jumlah tertentu, radikal bebas itu juga berperan dalam tubuh kita. Namun kalau terjadi ketidakseimbangan jumlah radikal bebas dan antioksidan sebagai penangkalnya, maka tubuh akan mengalami apa yang dinamakan stres oksidatif. Nah, stres oksidatif ini akan menyebabkan kerusakan pada tubuh yang dimulai dengan kerusakan sel. Sejumlah sel bersama-sama membentuk jaringan. Jaringan inipun jadi rusak. Organpun pada akhirnya rusak karena sekumpulan jaringan membentuk organ yaitu hati, otak, jantung, de el el. Kerusakan itu disinyalir dapat menyebabkan percepatan proses penuaan dan berbagai penyakit. Malah sejak tahun 1950-an para pakar telah menemukan hubungan antara peningkatan jumlah radikal bebas dengan penyakit jantung, stroke, kanker, asma, radang kelenjar pankreas, kencing manis atau diabetes, katarak, penyakit rematik, dan gangguan saraf seperti Parkinson serta Alzheimer dan tentu juga berbagai gangguan saluran cerna dan bahkan, AIDS!

Ah, ganas sekali tuh radikal bebas.
Ya iyalah!


Ternyata tubuh kita menerima beban yang tidak ringan ya!
Ya!

Kok cuman ya, jelasin dong!
Boleh. Jadi setiap hari, bahkan setiap saat, tubuh kita bekerja berat, bahkan sangat berat.

Yak, bener itu! Mulai dari mencari nafkah sampai mengurusi keluarga, bahkan kaum perempuan juga mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, memasak, mencuci pakaian, nyapu, ngepel lantai, de el el.
Eit, stop. Itu semua benar. Tapi bukan itu yang kumaksud. Yang kita bicarakan adalah kerja tubuh secara mikro di dalam.

O, itu ya.
Nah, kuulangi ya. Setiap hari tubuh kita melakukan kerja rutin yang berat. Tubuh harus mampu memproses dan memastikan bahwa oksigen dan zat makanan yang dibutuhkan oleh seluruh bagian tubuh terpenuhi secara tepat. Tubuh juga harus mampu membentuk sistem ’satpam’, sistem kekebalan atau imunitas, yang seharusnya sanggup melindungi bagian-bagian tubuh dari serangan ’para penjahat’ yang dapat menimbulkan penyakit. 

Yang lainnya?
Tubuh juga bertugas memproduksi segala macam zat yang berguna dalam pelaksanaan proses-proses di dalamnya seperti enzim, hormon, dan lain – lain. Yang tak kalah penting adalah tubuh bekerja keras seperti ahli mekanik, memperbaiki sel – sel yang rusak atau malah mengganti sel-sel yang mati. Nah, semuanya itu berlangsung dalam keseimbangan di sepanjang hayat kita.

Kalau tidak seimbang atau selaras?
Jelas dong, tubuh menjerit : WADAUW !

Jadi sakit?
Ya iyalah, masak ya iya dong, ha ha ha.

Lantas, apa makna puasa bila dikaitkan dengan kerja berat tubuh kita?
Jelas bermakna, dong ? Simak ye ! Kita kan udah liat bersama, betapa beratnya kerja tubuh di sepanjang hari-hari kehidupan kita. Nah, puasa merupakan masa ‘istirahat’.

Wah, berabe dong kalo tubuh kita beristirahat!
Kan nggak istirahat total, Choi !

Penjelasannya ?
Gini ya. Tubuh kita yang telah bekerja keras sepanjang waktu juga butuh waktu untuk rileks. Nah, waktu di mana tubuh ’dihadiahi’ saat rileks ini memungkinkan tubuh melakukan reparasi sel-selnya. Reparasi sel ini seyogyanya membutuhkan waktu yang cukup.

Dan, sebulan cukup?
Lumayan ! Nah, Puasa Ramadhan sebulan penuh bisa menjadi waktu yang cukup untuk reparasi tubuh, asal ...........!

Asal apa?
Asal puasanya dilaksanakan dengan tepat ‘n smart!

Ngapain aja sih tubuh pada saat istirahat selama puasa ?
Wah, ceritanya panjang, deh.

Ceritain, dong. Kok pelit amat, si Amat aja nggak pelit.
Cerewet! Dengerin nih! Terhadap ’serangan’ racun yang kita udah ngomongin panjang lebar, sebenarnya Sang Pencipta sejak awal udah nyediain sistem penangkalnya di bodi kita yang ’dikomandoi’ oleh hati.

Jadi?
Jadi, ya, hati, di samping bekerja memetabolisme zat – zat yang berguna bagi tubuh, juga memproses sejumlah besar racun yang ’indekos’ dalam tubuh. Berkat jasa hati, sebagai organ terbesar dalam tubuh, racun-racun yang ada ’diamankan’ sehingga dapat dibuang ke luar tubuh.

Dari hati racunnya pada ke mana?
Sejumlah racun yang sudah diproses itu dibawa ke aliran darah menuju ginjal untuk dibuang bersama air seni. Sebagian lagi dibawa ke kandung empedu dan dikeluarkan ke usus. Kemudian racun bersama cairan empedu ini dibuang bersama tinja. Urusan hati bukan hanya racun-racunan. Hati juga sangat berperan dalam memproses gula, protein, kolesterol dan sejumlah besar zat lain, termasuk zat-zat kekebalan tubuh kita.

Wah, wah, wah, ruarrrrr biazzzzza kerja hatiku.
Jangan geer dong, bukan hanya hatimu tapi juga hatiku dan hati setiap orang, bahkan setiap makhluk yang punya hati!

Kalo kerjanya gitu berat, apa hati nggak mogok ya?
Itulah hati, bekerja dalam hening. Hati nyaris tak pernah mengeluh walaupun kita rajin membebaninya dengan makanan yang dapat merusak kesehatan, misalnya nyang kadar lemaknya tinggi atau ’beracun’. Nyang membuat kita kagum, walaupun bagian hati yang normal hanya tinggal 20 persen hati masih bisa berfungsi normal.

Sungguh ruarrr biazza!
Hanya saja......................!

Hanya saja......................?
Ya, hanya saja, jangan sempat kaget bahkan semaput kalau suatu waktu hati Anda tiba – tiba bengkak dan rusak tanpa aba-aba lebih dulu.

Wah gawat! Jadi, gimana dong supaya tau kalo tubuh kita kelebihan racun. Kan hati sering kali diam.
Sebenarnya cukup banyak sinyal yang diberi oleh tubuh, semisal timbangan yang semakin hari semakin ’sesak napas’ mengangkat tubuh kita, adanya selulit pada daerah tertentu, alergi, rasa nyeri kepala, tekanan darah tinggi, gangguan haid, ketidaksuburan, dan masih banyak lagi tanda-tanda lain yang menggambarkan abnormalnya kerja tubuh kita.

Aa deh! Kita lanjutin ye. Di masa puasa, racun-racun itu bisa di-KO-kan gitu?
Yang ngelanjutin itu saya bukan Anda.

Iya deh, belagu amat !
He he he. Puasa yang dilaksanakan Umat Islam selama Bulan Ramadhan bukanlah puasa total, tidak makan tidak minum sehari penuh. Ini artinya apa ? Artinya pada Puasa Ramadhan, yang dilakukan adalah pengubahan dan pengaturan pola makan. Selama bulan puasa, saluran cerna ’beristirahat’ sekitar 14 jam setiap hari. Nah, waktu istirahat selama 14 jam ini digunakan tubuh untuk melakukan upaya peng-KO-an racun yang disebut juga detoksifikasi. Pada masa puasa juga terjadi penurunan produksi radikal bebas oleh tubuh. Prof. Astawan mencatat, hasil penelitian di negara kita menunjukkan puasa dapat menekan produksi radikal bebas sekitar 90 persen dan meningkatkan antioksidan sekitar 12 persen.

Oke, oke, aku ngerti deh. Tapi, puasa yang smart menurut kesehatan, gimana sih ?
Kita lanjutin di kesempatan berikut, ye!

SELAMAT MENYAMBUT DAN MEMASUKI BULAN SUCI RAMADHAN
BAGI SAUDARA-SAUDARIKU KAUM MUSLIM !!!


Baca Juga :


Click to comment